Arsip

Posts Tagged ‘ikhlas’

Kacang Rebus

Oktober 9, 2009 Tinggalkan komentar

Siang hari, ketika sedang istirahat makan siang di rumah orang tua, terdengar suara khas penjual kacang rebus. “kacang rebusssss … kaacaaanggg rebuss… Penjual kacang rebus iniĀ  selalu setia melewati rumah ortu sejak gw masih remaja (sma). Yang menjadi renungan bagi gw adalah ternyata si abang penjual kacang rebus itu begitu setia kepada profesinya.

Kacang-Rebus

Jujur saja gw belum pernah membeli kacang rebusnya. Kemana ia akan menjual kacang rebus nya pun gw ga tahu. Mungkin menjelang sore hari, si abang bakal mangkal di keramaian pasar kebayoran lama. Ga tau juga apakah profesinya hanya jualan kacang rebus?

Dibandingkan dengan profesi gw yang setiap waktu bisa-bisa terlempar dari persaingan lapangan kerja apabila tidak mengikuti teknologi. Profesi di dunia digital yang harus selalu inovatif, kreatif, learning by doing or whatever lha. Nha profesi penjual kacang rebus rasa-rasanya sudah lebih dari sedasawarsa dijalani si abang itu. Produknya pun ya itu-itu aja. Marketnya pun mungkin itu-itu juga? Hebatnya si abang ini tetap survive menjalani profesi itu. Untunglah belum ada franchise kacang rebus atau produknya dipatenkan. Kalau hal itu terjadi, maka “Who moved my cheese” apabila si abang pernah membaca buku tsb.

Kalau direnungkan lagi, apakah si abang kacang rebus terpaksa setia pada profesinya? Tapi kok engga berkembang? Dari dulu ia selalu memikul dagangannya. Tapi saya engga tahu, mungkin dia sudah menjadi juragan kacang rebus. Meskipun sudah jadi juragan mungkin tetap menerapkan “Management By Walking”, tetap ingin dari bawah, keliling ke pelanggannya. Seperti ilmu padi, semakin tua semakin merunduk. Hmm ikhlas menjalani profesinya.

Iklan