Arsip

Archive for the ‘Keuangan’ Category

Tips Cara membeli Mobil Baru

April 6, 2010 8 komentar

Punya keinginan membeli mobil merupakan salah satu kebutuhan masyarakat saat ini. Tergantung anggaran yang Anda miliki, ada 2 pilihan mobil :  mobil bekas atau mobil baru.

Tulisan saya kali ini mengulas tentang bagaimana membeli mobil baru dengan prosedur yang benar.

Langkah Pertama – Siapakan Dana minimal 20% dari Harga Mobil

Siapkan anggaran untuk membeli mobil. Ini merupakan jawaban yang bodoh. Di mana-mana kalau mau beli barang kudu pakai uang. Namun kita bisa membeli mobil dengan uang lebih sedikit. Uang yang sedikit ini kita sebut sebagai uang muka atau Down Payment.

Berapa DP yang diperlukan untuk membeli mobil baru? Tergantung dari harga mobilnya. Misalkan harga mobil 200juta. Saat ini dealer mobil lagi gencar promosi pembelian mobil dengan DP rendah 10-20%. Bahkan ada yang DP 0%. Jadi apabila harga mobil 200juta, maka DP 10% dari 200juta adalah 20juta. DP 10% merupakan dana yang paling minim, maka saya anjurkan paling tidak punya uang 20%  dari harga mobil.

Langkah Kedua – Datang ke Dealer Mobil

Ada banyak dealer mobil dengan berbagai jenis kendaraan. Ada

Di tempat ini kita melihat-lihat fisik mobil bahkan bila diijinkan kita bisa test drive. Kita akan dipandu oleh sales mobil mengenai spesifikasi mobil, keunggulan dan kegunaannya, dan tentu saja harga mobilnya, siapa tahu sales ini akan memberikan diskon dan berbagai bonus untuk Anda. Simpan kartu nama dan nomor kontak sales tersebut.

Langkah Ketiga – Berhitung Cicilan

Bila sudah cocok dengan mobil pilihan yang akan dibeli, sekarang saatnya menghitung cicilan. Biasanya cicilan mobil dibatasi sampai dengan 5 tahun atau 60 bulan. Semakin panjang periode cicilan, bunganya semakin tinggi.

Mobil yang dicicil, wajib menggunakan asuransi kendaraan. Maka ketika kita membeli mobil, kita juga membayar uang untuk asuransi mobil kita. Jadi Harga Mobil = Harga Jual Mobil + Asuransi Selama Cicilan.

Untuk melihat simulasi cicilan silakan download file excel di sini.

Langkah Keempat – Tanda Jadi

Ketika sudah mantap untuk membeli mobil, kita kontak sales mobil dan setor uang sebagai tanda jadi. Dari sales mobil ini akan diberikan Surat Pesanan Kendaraan (SPK). Isi dari SPK berupa jenis kendaraan, harga mobil setelah diskon dan ketentuan lainnya.  Siapkan fotokopi KTP sebagai bukti pemesanan mobil. Identitas di KTP akan digunakan sebagai acuan dalam STNK dan BPKB.

Setelah cocok dengan cara pembayaran maka selanjutnya tinggal menunggu mobil untuk diurus surat-suratnya. Perlu sekitar 2 minggu untuk mendapatkan nomor polisi mobil baru. Nah Anda akan diberi kabar oleh sales apakah mobilnya akan diambil sendiri atau di antar ke rumah.

Langkah Kelima – Surat-surat Kendaraan

Setelah mobil diterima maka kita akan mendapatkan surat-surat berikut ini

  • Kuitansi (2 minggu setelah tanggal pembelian)
  • Faktur (2 minggu setelah tanggal pembelian)
  • STNK (2 minggu setelah tanggal pembelian)
  • BPKB (paling lama 6 bulan setelah tanggal pembelian)
  • Buku Panduan
  • Buku Servis

Bila Anda mencicil mobil, maka BPKB akan ditahan oleh kreditor hingga lunas.

Langkah Keenam – Cek Fisik Mobil Baru

Ketika mobil akan diambil atau di antar ke rumah perhatikan kondisi fisik mobil. Apakah ada yang penyok /baret ,  kondisi aki, kondisi ac, semuanya cek list ini ada di buku servis kendaraan Anda, dan ditandatangani oleh sales mobil dengan persetujuan Anda. Pastikan pula bonus-bonus yang dijanjikan oleh sales, ada pada Anda.

Langkah Ketujuh – Safety Driving

Selamat menikmati mobil baru, ingat selama 1.000 km mobil Anda sebaiknya tidak di bawa kebut-kebutan atau rem mendadak. Setelah 1.000 km biasanya Anda akan diminta untuk datang ke bengkel untuk pertama kalinya. Catat semua keluhan Anda ketika berkendara selama 1.000 km, bila ada yang ganjil tanyakan dan minta solusinya.

Selamat berkendara!

Bijak Memilih Rumah & KPR

Oktober 23, 2009 5 komentar

Salah satu kegiatan yang tak luput di pagi hari adalah membuka lembaran harian Kompas. Setiap hari Jumat Kompas, kebanjiran iklan-iklan penawaran dari berbagai hypermarket. Selain itu ada pula iklan-iklan dari para pengembang perumahan yang mulai marak menawarkan produknya. Besok rencananya akan dibuka Real Estate Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A dari tanggal 24 Oktober hingga 1 November 2009.

Seiring dengan munculnya pemerintahan baru, ada harapan bahwa di masa depan ekonomi akan lebih baik. Para pengembang optimis pasar properti akan membaik mulai tahun 2010. Dengan BI Rate (suku bunga Bank Indonesia) anteng di 6.5%, diharapkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) turun menjadi 12% ke bawah. Para pengembang sendiri berharap bunga KPR lebih rendah dari sebelumnya yang mencapai rata-rata 15%. Dengan turunnya bunga maka produk yang dijual akan lebih laku. Bila produk gampang dijual, maka apabila permintaan meningkat harga akan naik (Teori Ekonomi Dasar : Supply and Demand).

Kebutuhan dasar manusia adalah sandang, pangan dan papan. Nah papan atau rumah, bagi sejumlah masyarakat Indonesia merupakan kebutuhan namun juga merupakan beban. Kebutuhan akan rumah yang layak huni dan sehat. Beban karena harga rumah makin mahal. Untuk itu mari berbagi pengalaman dalam bijak memilih rumah dan bijak memilih kredit perumahan.

Bijak Memilih Rumah
Mari kita buka dengan perumpamaan pasangan muda berumur 30-an. Romeo dan Juliet merupakan pasangan yang baru menikah. Mereka berdua bekerja di kota metropolitan Jakarta. Setelah menikah untuk sementara waktu mereka tinggal di pondok mertua indah yang dekat dengan tempat mereka bekerja. Namun mereka punya prinsip untuk pisah dengan keluarga orang tua, ingin hidup mandiri. Alhasil mereka mencari dan mendapatkan rumah kontrakan yang mereka cicil kira-kira 20% dari total pendapatan mereka (ambil asumsi total gaji mereka adalah 5juta). Sambil mengontrak, mereka pun juga berkeinginan untuk memiliki rumah sendiri.

Memilih rumah bagaikan mencari jodoh. Sebelum kita membeli rumah, sebaiknya kita menetapkan dulu tujuan rumah yang akan dibeli.

1. Tujuan membeli rumah :
a. Ditempati
b. Disewakan
c. Dijual kembali

Setelah menetapkan tujuan rumah, selanjutnya menetapkan lokasi misalnya

2. Lokasi rumah :
a. dekat kantor/tempat usaha
b. dekat stasiun, terminal, akses jalan tol
c. lingkungan yang tenang dan jauh dari kesibukan

Berkaitan dengan poin nomor 2, tentunya bila dekat dengan stasiun, terminal atau jalan tol biasanya harga akan lebih mahal.
Dekat dengan kantor biasanya di tengah kota, harganya selangit. Dus karena akibat di atas maka kita perlu menetapkan anggaran.

3. Tetapkan anggaran :
a. rumah di bawah 100juta
b. rumah antara 100-200juta
c. rumah di atas 200juta

Mari kita buat simulasi.
Rumah 100jutaan di tengah kota seperti sudah jarang ada. Di pinggiran Jakarta pun tanah dan bangunan sekitar 60m2, harganya sudah mencapai 200juta. Radius 40km dari Jakarta, misalnya daerah Cileungsi (Bogor, Timur Cibubur), Cisauk (Banteng, Barat Serpong), Cibinong (Bogor, Selatan Depok), Cikarang (Bekasi, Timur Bekasi), harganya ada yang berkisaran 100juta. Okaylah, misalnya rumah yang kebeli dengan anggaran 100juta ternyata di Cileungsi. Selanjutnya perlu dipikirkan transportasi ke tempat kerja.

Mau naik bus? Bersiap-siaplah naik turun beberapa kali dan mengeluarkan ongkos lebih. Dari depan rumah naik ojek ke depan gerbang rumah. Lalu naik angkutan ke terminal bus. Dari terminal bus ke pusat kota, dan mungkin turun lagi untuk naik angkutan lain. Waktu yang ditempuh bisa 2 jam di jalan.

Mau naik kereta? Ini adalah angkutan massal yang ideal namun belum nyaman dan tepat waktu. Untuk perumahan yang dekat dengan stasiun kereta memang merupakan pertimbangan utama bagi mereka yang kerja di pusat kota.

Mau naik kendaraan pribadi? Motor? Siapkan fisik dan mental. Memang motor merupakan kendaraan yang cepat dan hemat bahan bakar. Waktu tempuh bisa lebih cepat dari pada bus. Namun semakin ke pusat kota semakin banyak pula yang berpikiran sama yakni lebih cepat naik motor. Mobil? Memang lebih nyaman. Tidak kepanasan dan kehujanan. Sayang jalan tol semakin mahal tiap 2 tahun rencananya akan naik sesuai inflasi (inflasi + keuntungan). Tarif jalan tol berbeda-beda, jadi jangan berharap kenaikannya tetap. Ambil contoh bila lokasi rumah di daerah Jatiasih, Bekasi sedangkan kantor di Thamrin, sebelum naik, tarif tol dalam kota 5.500, tol JORR 6.000, masuk jagorawi 1.500 (total 13.000) ketika naik menjadi 6.500, 7.000, dan 2.000 (total menjadi 15.500). Kenaikan mencapai 19%. Sedangkan inflasi 2 tahun mencapai 15%. 4%-nya kemana hayoooo?

Jadi pertimbangkan dengan baik. Akses dekat dengan jalan tol, pasti perumahan tersebut penghuninya bakal menggunakan mobil. Tambah macet di pintu masuk tol pada pagi hari. Dekat stasiun dan terminal bus adalah pilihan yang terbaik, daripada melaju dengan sepeda motor maupun mobil pribadi. Pulang-pergi 80-100km sehari dengan waktu tempuh 2-3 jam di jalan plus street justice tentu kurang menyenangkan.

Pilihan lain adalah membeli apartemen menengah. Harganya sekitar 150-200jutaan. Harga murah tentu luasnya hanya berkisar 20m2.

Bijak Memilih Kredit Perumahan
Setelah menetapkan rumah yang akan dibeli, selanjutnya menyiapkan dana untuk pembelian rumah. Dalam membeli rumah ada beberapa cara yakni Tunai (Cash), Tunai Bertahap, dan KPR. Beli Tunai dan Tunai Bertahap sebaiknya melihat dulu pengembang perumahan tersebut. Syukur-syukur mereka sudah mulai membangun. Jadi ada uang ada barang. Perhatikan pula surat-surat seperti Sertifikat (SHM/HGB), Akta Jual Beli (AJB), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Saat ini bank-bank memberi kemudahan dalam menyalurkan kredit perumahan. Bank bekerjasama dengan pengembang perumahan memberikan penawaran menarik biasanya dengan bunga rendah dan tetap selama 1 tahun. Ingat bunga 1 tahun tetap. Padahal beli rumah, nyicilnya bisa 10-20 tahun. Nah setelah 1 tahun, bunga akan naik turun. Misalnya bunga Fix 7% tahun pertama. Tahun kedua-ketiga dan seterusnya bisa 12%, 13%, atau bisa 15%. Membeli rumah dengan KPR, bank mensyaratkan untuk uang muka sekitar 20%, sisanya yang 80% akan kita cicil sampai lunas. Untuk persyaratan KPR biasanya bank meminta KTP, Kartu Keluarga (apabila KK belum ada, maka KK orang tua dari suami dan KK orangtua dari istri), dan Surat Pesanan dari pengembang. Selain itu untuk melihat apakah layak kredit atau tidak, maka aliran kas (atau Cash Flow) pribadi atau rumah tangga perlu dilihat oleh bank. Untuk karyawan biasanya menggunakan slip gaji atau keterangan penghasilan dari perusahaan. Untuk wiraswasta/profesional dilihat status transaksi tabungan/dana di bank. Dari transaksi tabungan di bank maka bank bisa melihat kapan dana masuk dan keluar. Apakah dana masuk sesuai dengan gaji/penjualan yang diterima. Itulah pentingnya aliran kas.

Harga rumah biasanya dikenakan PPN (pajak pertambahan nilai). Selain itu ada biaya-biaya lain seperti biaya BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), biaya notaris untuk AJB, Sertifikat (SHM/HGB), IMB. PPnBM (pajak barang mewah) apabila luas bangunan melebihi 300m2. Tambahan lagi bila memilih KPR Bank, akan ada biaya administrasi KPR, biaya provisi, dan asuransi. Jadi apabila ada iklan harga mulai 140juta. Siap-siaplah merogoh 5-10juta lagi untuk biaya-biaya tersebut di atas.

Untuk menganalisa agar kita bijak memilih kredit perumahan ada beberapa tools yang bisa gunakan.
1. Simulasi Angsuran (asumsi bunga tetap sepanjang tahun)
Cobalah simulasi angsuran dari Kontan Online.

2. Simulasi Angsuran (asumsi bunga naik turun sepanjang tahun)
Ada simulasi dengan MS Excel untuk mengira-ngira apabila cicilan bunga kredit rumah naik turun.
Silakan unduh di sini (Jangan Lupa SKIP AD setelah mengklik)

3. Simulasi Anggaran untuk pribadi
Simulasi ini berguna untuk mengetahui pemasukan (income) dan pengeluaran (expense), silakan unduh di sini (Jangan Lupa SKIP AD setelah mengklik)

Melihat Cicilan KPR Lebih Jelas

Oktober 1, 2009 Tinggalkan komentar

Punya rumah merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap orang. Maklum sekecil apapun bentuk rumah, kalau punya sendiri dan tidak ngontrak adalah hasil jerih payah dalam hidup ini. Saat ini merupakan zaman instant. Keinginan membeli rumah lebih mudah dengan sarana pinjaman bank yang disebut dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Kita bisa membeli rumah seharga 100 juta bahkan 500 juta dengan modal 20%-nya saja (20juta bila harga rumah 100juta  dan 100 juta bila harga rumah 500). Sisanya yang 80% akan ditalangi oleh bank. Nah, nilai 80% ini adalah jumlah cicilan yang harus dibayarkan ke bank setiap bulan.

Pada umumnya bunga KPR Bank saat ini sering naik turun setiap bulan sehingga disebut dengan bunga floating. Rumus suku bunga floating atau efektif dihitung berdasarkan saldo pinjaman tersisa. Kadang kala bila kita mendapatkan simulasi perhitungan bunga efektif, kita hanya melihat nilai cicilannya saja sehingga tidak bisa melihat lebih luas apabila terjadi suku bunga yang naik turun.

simulasi KPR dengan excel

simulasi KPR dengan excel

Dengan microsoft excel, saya coba membantu rekan-rekan yang ingin melihat perkiraan simulasi cicilan KPR  secara luas melalui file yang bisa di download di sini. (SKIP AD bila ada iklannya). Rentang bunga dalam simulasi ini antara 5-30% dan jangka waktu antara 5-20 tahun. Tentu saja bunga KPR 5% sepertinya tidak mungkin di negara kita, sedangkan kalau bunga kpr mencapai 20% berarti terjadi krisis keuangan. Semoga bermanfaat.

Mengatur Anggaran Bulanan

September 11, 2009 2 komentar

Mengelola keluar masuk duit memang gampang-gampang susah. Mengapa kita wajib mengelola uang? Karena uang yang masuk dan keluar secara tercatat akan memudahkan kita mengambil kesimpulan maupun keputusan. Dengan demikian di masa mendatang kita tidak terbebani dengan masalah keuangan.

Untuk mengelola keuangan kita perlu mengetahui anggaran atau budget bulanan tentang uang yang kita terima dan uang yang akan dibelanjakan. Sehingga dengan anggaran tersebut, kita bisa mengetahui kelebihan atau kekurangannya.

Berikut ini saya berikan sebuah file Excel mengenai simulasi anggaran keuangan. Silakan mendownload di sini

Semoga bermanfaat.