Arsip

Archive for the ‘Jalan & Makan’ Category

Hari ke Empat – jalan-jalan ke hongkong dan macau, kesasar di Border Gate

Januari 2, 2014 Tinggalkan komentar

Kami check out pagi-pagi dan menitipkan tas. Kemudian naik bus dari seberang hotel dengan nomor 10 lagi. Setelah muter-muter akhirnya sampai di suatu terminal dan banyak orang turun. Kami pun ikut turun. Ternyata itu bukan terminal ferry, tetapi kami berada di border gate alias gerbang perbatasan Makao dengan Cina. Untungnya disitu ada bus-bus hotel yang menuju Venetian. Venetian merupakan mall, hotel, dan kasino di taipa, Makao. Naik bus ini gratis.

Sampai di parkiran, kami mencari pintu masuk menuju mall. Pintunya tertutup. Ada di pojok selasar. Nah ketika masuk, jalan terus aja ke arah mall. Bisa naik ke lantai 2 dan 3. Pada lantai 3 ada food court, nah bila berjalan keliling maka kita akan menjumpai kanal yang ada gondolanya. Bila ingin naik gondola musti bayar dan pesan dulu di terminal gondola. Setelah keliling mall, kami balik menuju parkiran bus. Kali ini kami naik yang ke arah terminal ferry. Dari terminal ferry kami mencari bus yang menuju hotel Grand Lisboa. Ternyata busnya berada di jalur lain dari bus Venetian. Bus Grand Lisboa tidak sebesar Venetian, cuma muat sekitar 10 orang. Akhirnya kami masuk ke bus, dan meluncurlah kami ke Grand Lisboa. Bus sampai di basement hotel. lalu kami naik ke lantai dasar dan menemukan banyak orang yang main jackpot. Kami cari pintu keluar yang bertuliskan SAIDA. Setelah keluar kami menyusuri jalan menuju Senado Square untuk duduk-duduk lagi dan makan siang di McD.

Kami kembali ke hotel Best Western Sun Sun sekitar pukul 14.00 lalu ambil tas dan kembali menuju Hong Kong. Kami naik bus lagi dari seberang hotel. Ketika sampai di terminal Border Gate, para penumpang turun semua, kecuali kami berdua. Tiba-tiba sopir bus teriak-teriak dengan bahasa lokalnya. Kami tidak mengerti, lalu kami tanya Terminal Maritimo, dia bicara sesuatu dan menunjukkan arah ke luar. Oo tandanya kami harus turun, dan naik lagi bus no.10 yang sedang ngetem hehehe.

Akhirnya kami bayar lagi deh dan naik ke arah Terminal Maritimo untuk balik lagi ke Hong Kong.

Persiapan jalan jalan ke hong kong dan macau

Hari Ketiga Jalan-jalan ke Macao

Januari 2, 2014 Tinggalkan komentar

Akhirnya kami melepaskan diri dari hotel yang sempit dan makan pagi alakadarnya. Pengelola hotel Printemp sangat ramah dan meminta saran dari kami apa yang perlu diperbaiki. Saya bilang kalo bisa makan paginya jangan sandwich, kalau ada nasi lebih baik hehehe.. Kami check out pukul 10 dan naik tram lagi menuju terminal ferry di Sheu Wan. Sekitar 30 menit kami baru sampai di halte dekat Sheu Wan. Kami menuju lorong tempat penyeberangan menuju mall Sun Tek. Ketika sampai di mall, ada tanda jelas tempat menuju ferry. Kami naik ke lantai 3 dan mencari loket ferry turbo jet. Ternyata ketika naik escalator, kami disuruh ke sebelah kanan, di situ ada loket. Wah kami sampai jam 11. Tapi ferry baru berangkat jam 12.30.

Okay kami segera menuju gerbang keberangkatan. Jalan menuju ke tempat ferry lumayan juga sambil menggeret tas koper. Sebelum masuk ke imigrasi, kami mengisi kartu keberangkatan. Lalu antri di imigrasi. Setelah itu turun escalator menuju ruang tunggu. Wah sudah banyak orang yang antri. Perhatikan jam dan gerbang keberangkatan ferry. 30 menit menjelang berangkat, orang antri untuk penempelan tempat duduk di tiket. Setelah ditempeli nomor tempat duduk tunggu lagi sekitar 15 menit, baru deh gerbang dibuka untuk naik ferry. Cukup merepotkan juga kalo bawa koper.

Sampai di ferry kami duduk sesuai nomor yang diberikan. Cuaca cerah membuat perjalanan ferry tepat waktu. Kira-kira 1 jam perjalanan kami sudah tiba di terminal ferry maritimo makao. Di terminal Makao, kami cari peta Makao dan melihat-lihat sekitar. Sempat pula ditawari pemandu lokal freelance yang ternyata tenaga kerja filipina. Tapi kami bilang budget kami terbatas. Lalu saya tanya saja rute bus ke hotel Best Western Sun-sun. Dengan senang hati ia memberi petunjuk. Lalu kami ke luar terminal, dan antri di halte. Di situ ada taxi, bus gratis hotel-hotel kasino, dan bus reguler. Bus reguler tidak ngetem di terminal. Mereka hanya berhenti bila ada penumpang yang memberhentikan. Setelah melihat peta Makao dan yakin bus yang akan kami naiki bernomor 10, maka kami menyetopnya. Sepanjang perjalanan kami memperhatikan tempat pemberhentian, dan pemberhentian selanjutnya supaya tidak kesasar. Kami akan turun di Ponte Horta. Pukul 14 di Makao jalan raya agak macet. Akhirnya sekitar pukul 15 kami tiba di halte Ponte Horta, dan benar sekali Google Street menunjukkan tempat hotel kami berada.

Hotel Best Western Sun-sun tepat berada di beberapa meter dari halte Ponte Horta. Di depannya ada playground. Kami disambut dengan ramah oleh petugas hotel dengan bahasa Inggris yang lancar, sepertinya mereka dari Filipina. Hotel di Makao lebih nyaman daripada di Hong Kong. Harganya pun lebih murah. Setelah beristirahat dan membasuh badan, kami berencana ke Senado Square. Meskipun bawa peta hasil print-out dari Google Map, tapi karena di Makao banyak gang, susah juga akhirnya ke sasar ke gereja St. Laurent. Puter-puter akhirnya kami menemukan jalan besar dan menyusuri jalan tersebut. Setelah kesasar selama hampir 1 jam kami menemukan Senado Square. Lumayan duduk-duduk sebentar. Lalu kami ke gereja Santo Dominicus masuk dan berdoa. Lanjut lagi berjalan mendaki, di kiri-kanan jalan banyak sekali pertokoan dan akhirnya kami menemukan reruntuhan bangunan gereja St. Paul. Suasana menjelang sore menuju malam sangat romantis.

Hari sudah malam, kami makan dulu di sekitar senado square. Repot juga kalo tak bisa bahasa mandarin. Setelah makan kami pelan-pelan menyusuri lagi jalan menuju hotel. Kali ini gelap dan susah kalo ke sasar tambah repot. Berbekal peta Google. Kami pelan-pelan berhenti dan mengamati ketika menemukan persimpangan jalan. Ternyata jarak dari hotel ke Senado Square sungguh dekat, tidak sampai 1 kilo bila jalannya benar. Sampai juga akhirnya di hotel, sungguh nyenyak bisa tidur malam ini.

Persiapan jalan jalan ke hong kong dan macau

Hari Kedua Jalan-jalan ke HongKong – Naik Cable Car dan Big Budha

Januari 2, 2014 Tinggalkan komentar

Kami sarapan dengan roti sandwich berisi keju dan tomat disertai secangkir teh pada pagi hari di hotel. Pukul 8 kami berangkat menuju MTR Hong Kong Central menggunakan Tram. Murah jauh dekat hanya HKD2.3. Perjalanan dengan Tram agak lama dibandingkan MTR. Namun kami sudah menyaksikan Hong Kong di pagi hari. Sampai di stasiun MTR Hong Kong Central, kami lanjutkan ke MTR yang menuju Tung Chung. Lama perjalanan sekitar 30 menit. Setelah sampai di Tung Chung kami keluar mall dan melihat-lihat taman sekitar sebelum akhirnya masuk ke stasiun Cable Car yang menuju pulau Lantau. Antrian pagi pukul 10 sekitar 5 meter. Kami beli tiket dan naik kabin standar yang memuat 6 orang. Ada turis lain yang satu kabin dengan kami. Sepanjang perjalanan angin sepoi-sepoi. Terlihat bandara Hong Kong dari jauh, meski agak berkabut. Kemudian mulai terlihat patung Budha yang besar. Sampai di pulau sekitar 30 menit.

Di pulau ini dibangun taman yang luas sekali. Memang untuk wisatawan. Patung Budhha besar berada di bukit dan harus menapaki tangga menuju patung tersebut. Tak terasa sudah pukul 13 kami cukup lapar dan di kedai terdekat. Pukul 14 kami kembali ke stasiun MTR dan melanjutkan ke The Peak. Dari stasiun HK central kami keluar dan menuju jalan yang mengarah ke stasiun tram The Peak. Ketika menyusuri jalan, kami mampir sejenak ke gereja katedral di Hong Kong untuk berdoa.

Terminal Tram menuju The Peak ada di tengah jalan. Wah antrian mau naik tram-nya cukup panjang. Namun tram ini bisa mengangkut sekitar 100 orang sekali jalan. Kami beli sekali jalan dengan tiket seharga HKD28. Pulangnya naik bus no.1 HKD 9.3. Naik tram menuju The Peak cukup 15 menit. Sampai The Peak, angin cukup kencang dan dingin. Keluar dari tram, ada mall nah kami keluar lagi dari mall tersebut dan keluar mengelilingi sekitar. Ternyata ada mall yang lebih nyaman, kami bisa naik ke atas mall dan melihat puncak Hong Kong. Kalau dari Sky Terrace bayar lagi.

Menjelang malam, lampu-lampu gedung mulai menyala, pemandangan kota Hong Kong dari The Peak sungguh romantis. Setelah puas, kami turun menuju basement, tempat bus tingkat ngetem. Antrian untuk naik bus sudah panjang. Akhirnya kami dapat tempat duduk di belakang. Karena hari sudah malam kami tidak bisa melihat pemandangan sepanjang jalan. Kami akan turun ketika menemukan jalur tram lagi. Akhirnya ketika menemukan jalur tram, kami bersiap-siap turun. Menyusuri beberapa meter, kami menyebrang ke halte tram terdekat. Kami menuju North Poin untuk mengakhiri petualangan hari ini.

Persiapan jalan jalan ke hong kong dan macau

Persiapan Jalan-jalan ke Hong Kong dan Macau 5 Hari 4 Malam

Desember 12, 2013 4 komentar

Jauh-jauh hari sebelum ke Hong Kong, kami memesan tiket promo Singapore Airlines. Lumayan tiket ke Hong Kong via Changi seharga sekitar Rp7,8 juta untuk 2 orang pulang pergi. Kemudian pesan hotel melalui Agoda untuk menginap 2 malam di Printemp Hotel, North Poin, Hong Kong lalu 1 malam di Best Western Sun Sun, Macau, dan 1 malam terakhir di Best Western Harbour View, Hong Kong.

Tarif semalam untuk hotel Printemp seharga Rp1 juta (USD90). Kamar hotel di Hong Kong berukuran mini sekitar 3×3,5m. Bila ingin yang lebih luas tentu harganya lebih mahal. Kamar di Best Western Harbour View bertarif Rp1,3 juta (USD130). Yang lebih manusiawi ada di Macau seharga Rp800 ribu (USD80) ukuran kamarnya lebih luas.

O ya kami ke Hong Kong dan Macau pada tanggal 15-19 Oktober 2013. Bulan yang cocok ke Hong Kong adalah akhir oktober sampai desember. Pertimbangannya karena pada bulan tersebut cuacanya bersahabat. Bulan agustus sampai awal oktober banyak angin topan.

Di Hong Kong kami akan jalan-jalan ke Ngong Ping untuk melihat patung Budha raksasa, kemudian ke The Peak, nongkrong di Hong Kong Culture Park. Kami tidak ke tempat belanja karena memang tidak berniat belanja. Kemudian di Macau, kami menjelajahi Senado Square, reruntuhan Gereja Saint Paul, mal Venetian, hotel Grand Lisboa.

Untuk transportasi kami menggunakan transportasi umum seperti bus, tram, mtr, dan ferry. Untuk soal makan, di Hong Kong harga satu porsi makanan sekitar HKD40. Mahal tetapi porsinya besar, bisa cukup untuk 2 orang. Bila ingin berhemat bisa makan di McD, paket BigMac lengkap dengan french fries dan coca cola seharga HKD24. Di Macau harga makanan tidak jauh beda dengan Hong Kong.

Hari Pertama ke Hong Kong

makan di Pasar Mayestik

November 24, 2009 Tinggalkan komentar

Cuaca yang agak mendung di siang hari tidak mengurungkan niat kami untuk makan di pasar mayestik. Sejak kecil saya sering keliling pasar mayestik di kebayoran baru. Di sini banyak tempat penjual kue tradisional. Saya menyukai kue pukis dan kue waffle. Jajan pasar di sini beraneka ragam, ada cendol, sate padang, bakmi dsb.

Kali ini saya coba makan nasi padang legendaris SEPAKAT. Letaknya di pasar mayestik lantai 2. Bila dari depan gerbang pasar, Anda harus masuk melewati pedagang kaki lima dan carilah tangga naik. Tangganya kecil cuma muat untuk 2 orang. Setelah naik tangga, lurus terus sampai menemukan toko kue basah/tradisional, lalu belok kiri. Kira-kira lima langkah, Anda sudah menemukan Nasi Padang Sepakat. Silakan pesan menu Ikan Bawal Bakar atau menu lain. Saya coba Ikan Bawal Bakar, wakh ternyata nikmat. Namanya juga di dalam pasar, jadi tempatnya agak sempit banyak orang lalu lalang. Nasi sayur, sambal balado, ikan bawal bakar dan teh tawar harganya 12.500.

Setelah makan nasi padang, mau cari kue waffle. Tempatnya dekat toko Esa Genangku, ada gerobak dari alumunium. Sudah dapat kue waffle, mau beli kue pukis, tempatnya dekat gerbang depan sebelah pos parkir. Kira-kira petanya seperti ini.

Pasar Mayestik

O Bus Kota nasibmu kini

Oktober 14, 2009 3 komentar

Membaca artikel tentang Bus Kota di kompas.com :

Rabu, 14 Oktober 2009 | 10:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM – Meskipun Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menggelar razia dan mengandangkan bus kota tidak laik jalan, di jalanan masih banyak kendaraan umum terutama bus besar dan bus sedang yang kondisinya memprihatinkan.

selengkapnya ada di kompas.com

Memang sedih bagi penumpang bus di Jakarta. Sejak saya kuliah (1992), bus kota (metromini, mikrolet, bus ppd, mayasari, kopaja, dan sejenisnya) makin lama makin tidak terawat. Sudah tidak terawat, malah beberapa rute yang hilang. Seperti rute B2 Grogol – Senen yang menggunakan BBG. Bus yang katanya diimpor dari Hongaria, saya tumpangi kira-kira di tahun 1998, dari Slipi ke Salemba. Busnya nyaman, ber AC dan jok duduknya ergonomis. Selain itu, saya dulu sering sekali naik bus tingkat dari Blok M ke Harmoni dengan nomor 70. Naek di lantai atas, duduk di pojok depan. Serasa jadi sopir bus tapi ga megang setir hehehe …

Naik BusWay pun juga engga nyaman. Tempat duduknya sedikit. Waktu kedatangannya pun engga bisa diprediksi.

Jujur saja, saya lebih suka naik bus daripada kendaraan pribadi. Namun kalo sudah bayar mahal, tidak nyaman, tidak duduk, dan tidak lancar … ya susah juga … mendingan engga kemana-mana kalau engga perlu.

bus_tingkat_70

Heloo bus mayasari 107 blok m – kampung melayu, 300 blok m – pulogadung, Bianglala senen – ciledug, pada kemana yaa .. oo ternyata sudah punah. Semakin banyak penduduk jakarta yang mempunyai motor dan mobil, semakin enggan naik bus. Padahal dulu naik bus bisa ngirit, sekarang arghh malah jadi sakit : asap rokok, macet di jalan, ngetem dengan waktu lama, jadi sarden deh.

Namun bila pembaca ingin tahu rute bus di jakarta saat ini silakan klik di sini

Makan Enak di Sekitar Kebayoran Lama

Oktober 13, 2009 4 komentar

Beberapa tempat makan di daerah Kebayoran Lama yang patut dicoba adalah:

  • Ketupat Sayur H. Mahmud
  • Nasi Uduk SariWangi
  • Coto Makasar Daeng Tata
  • Sate Kambing Suaib
  • Pempek Palembang Gang Kangkung
  • Mie Ayam Permata Hijau – Simprug
  • Warung Sea Food Tarjo
  • Sop Buntut Samino
  • Bubur Ayam Bang Tatang
  • Nasi Uduk Syukur Nikmat

Warung Makan Ketupat Sayur H. Mahmud

Tempat makan ini berupa kedai warung yang tutup setiap hari Senin dan selama bulan Ramadhan. Ketupat Sayur dengan lauk ikan bandeng adalah favorit para pengunjung. Selain ikan bandeng, ada empal, ayam goreng, peyek udang sebagai pelengkap ketupat sayur. Kadang kala ada menu nasi uduk pula. Kisaran harga antara 15-25ribu per porsi (ketupat sayur + bandeng + es teh manis). O ya bila jam makan siang, tempat ini selalu penuh, jadi bisa jadi anda tidak kebagian bangku. Parkir mobil dan motor di pinggir jalan.

Alamat : Jl. Kebayoran Lama – Rawabelong (sebrang gang Asofa)

Nasi Uduk Sariwangi

Menikmati nasi uduk memang enaknya di pagi hari. Namun silakan coba nasi uduk Sariwangi, nasi uduk ditambah ayam bakar dan sambal kacangnya dapat dinikmati sepanjang hari. Porsinya memang tidak banyak, namun cukuplah untuk makan sebelum kenyang. Tempatnya nyaman karena parkir mobil dan motor cukup luas. Di sekitar warung ini ada apotik dharma, nha kira-kira beberapa langkah di sebelahnya adalah pool bus Safari Dharma. Wajarlah bagi penumpang yang baru datang dan kelaparan bisa mampir di warung nasi uduk ini.

Alamat : Jl. Kebayoran Lama – Kebon Nanas (seberang gang Muhajar, apotik Dharma).

Coto Makasar Daeng Tata

Mencoba selera nusantara dari Indonesia Timur, silakan mencicipi Coto Makasar. Wuiihh bumbunya mantap. O yaa ada banyak menu di sini, ada Iga bakar pula yang merupakan menu paling laris. Kemudian ada es kacang merah dan masih banyak lagi menu khas sulawesi di sini. Dulu untuk parkir di warung ini agak susah karena musti di pinggir jalan. Sekarang sudah ada tempat parkiran agak ke dalam sehingga tidak mengganggu lalu lintas.

Alamat : Jl. Letjen Soepono – Permata Hijau

Sate Kambing H. Suaib

Ini dia sate kambing yang lain daripada yang lain. Sate Kambing H. Suaib tempatnya berada di sebuah rumah, agak susah untuk parkir di tempat ini. Sate kambingnya benar-benar beda dengan bumbu kecap cap Benteng, satenya cukup besar dan empuk. O ya selain sate kambing ada pula variannya seperti sop kambing dan sate ayam.

Alamat : Jl. Kemandoran 1 (perhatikan peta)

Gerobak Pempek Palembang Gang Kangkung

Pempek adalah jajanan favorit saya di masa lalu ketika sore-sore bila pulang dari kantor. Bukanya cuma sore sampai malam, kira-kira jam 5 sudah siap melayani penikmat pempek. Ada pempek kapal selam dan lenjer. Kuahnya sungguh muantaappp abissss.

Alamat : Jl. Kebayoran Lama – Gang Kangkung

Mie Ayam Permata Hijau – Simprug

Ga tau ya .. kadang-kadang ingin coba aja ketika banyak kendaraan parkir di pinggir jalan. Nah kali ini adalah Mie Ayam Pangsit. Murah meriah cuma 8000 sudah dapat mie ayam plus pangsit goreng yang kriuk-kriuk. Jualan dengan gerobak hanya ada hari kerja aja Senin sampai Jumat di pinggir jalan kereta Tanah Abang Serpong.

Warung Sea Food Tarjo

Warung ini juga ramai kalau siang dan malam hari. Spesialisasi makanan laut seperti ikan bakar dan kawan-kawannya. Silakan coba di jalan tentara pelajar.

Sop Buntut Samino

Porsi sop buntut ini lumayan banyak. Dijamin abis makan langsung malas beranjak dari tempat duduk. Enak bener.

Bubur Ayam Bang Tatang

Gerobak bubur ayam Bang Tatang cuma buka dari jam 6 sampai malam. Antrinya bukan main. O yaa kalau mau di bawa pulang, anda harus bawa rantang/tempat makan sendiri. Ayam dan bubur, kayaknya lebih banyak ayamnya … jadi bikin kenyang daging ayam … ajib dakh

Kedai Nasi Uduk Syukur Nikmat

Nasi uduk memang engga ada matinya di Jakarta ini.  Satu lagi kedai nasi uduk yang pantas dicoba adalah Nasi Uduk Syukur Nikmat. Bertempat di Jl. Kebayoran lama (antara seberang Gang Kebun Nanas dan Gang Limo). Coba rasakan gurihnya nasi uduk dengan ayam goreng atau empal goreng, dijamin akan nambah lagi.

kuliner di sekitar kebayoran lama