Beranda > Investasi > Pengalaman Investasi di Deposito, Reksadana, dan Saham

Pengalaman Investasi di Deposito, Reksadana, dan Saham

Setelah mengetahui bahwa aku mempunyai beberapa tabungan di bank, orang tuaku menyarankan mendepositokan beberapa dana yang tidak terpakai. Tahun 1998 adalah tahun krisis moneter. Banyak bank yang tutup akibat penarikan dana besar-besaran. Namun pemerintah turun tangan untuk menjamin dana tabungan nasabah di sejumlah bank. Ketika itu aku ketar-ketir juga kalau dana hasil jerih payahku dari membuat layout cover buku lenyap dalam sekejap. Namun karena bunga deposito saat itu mencapai 50% per tahun, akhirnya aku coba buka deposito di BCA. Toh dana tersebut memang tidak terpakai, lagi pula kalau beli barang-barang konsumsi seperti komputer dan elektronik harganya melejit karena sudah menggunakan kurs dollar amerika. Dana yang kusimpan di deposito berkembang biak setahun, dan beruntung ekonomi mulai pulih sehingga dana yang kusimpan tidak lenyap.

Tahun 2000, bunga deposito rontok satu persatu hingga di bawah 20%. Suatu hari aku membaca iklan di surat kabar, ada investasi seperti deposito namun bunganya di atas deposito. Lalu aku datangi perusahaan tersebut yaitu PT Bahana TCW Investment. Setelah tanya-tanya, aku dapat kesimpulan ternyata produk tersebut adalah reksadana pendapatan tetap Bahana Dana Abadi. Reksadana ini merupakan kumpulan dana masyarakat yang diinvestasikan ke surat obligasi atau surat utang perusahaan swasta atau pemerintah. Lagi-lagi setelah tahun cara buka reksadana, aku jajal lagi ke reksadana saham Bahana Dana Infrastruktur. Ada perumpamaan jangan menyimpan beberapa telur dalam satu keranjang, ini maksudnya adalah jangan menyimpan uang pada satu tempat. Berdasarkan hal tadi, maka aku buka lagi rekening reksadana di Schroeder dan Manulife. Pada saat itu tahun 2000, indeks harga saham gabungan jakarta (IHSG) masih di bawah 1000. Tahun 2005, beberapa reksadana aku “pecah telur” untuk keperluan keluarga. Lumayan hasil investasi dari reksadana melaju sampai 20-30% per tahun.

Setelah menjajal reksadana, ada teman di kantor yang ternyata senang bermain saham kecil-kecilan lewat indofinanz. Memang benar, modal untuk bermain saham cukup besar, seseorang wajib mempunyai dana di atas 20juta. Namun ada perusahaan sekuritas seperti indofinanz yang membolehkan investor menempatkan modal sebesar 5juta (pada tahun 2002). Lagi-lagi aku suka mencoba sesuatu yang belum pernah dialami. Jajal beli saham pertambangan ketika di harga 300-an, jual ketika harga 500-an. Kadang-kadang lagi beruntung, kadang rugi. Ternyata main saham memang membuat jantung berdebar lebih kencang karena perlu mengawasi pergerakkan harga saham, sedangkan aku sendiri tak banyak waktu untuk memonitoring harga saham.

Inti dari pengalaman ini adalah aku berani mencoba suatu produk investasi seperti reksadana dan saham di kala ekonomi belum pulih. Ya tentu saja, dana yang dipakai bukan dana sehari-hari. Aku siap kehilangan uang bila ternyata ekonomi ambruk. Ikhlas saja bila kehilangan uang untuk investasi dan tak perlu senewen. Yang paling penting sekali lagi adalah jangan gunakan uang kebutuhan sehari-hari untuk investasi!

  1. Februari 5, 2011 pukul 1:49 am

    boleh kenal anda lebih dekat gak untuk pertemanan ? di 08589xxxxx09

  2. Januari 24, 2013 pukul 9:22 am

    What’s Happening i am new to this, I stumbled upon this I’ve found
    It positively useful and it has aided me out loads.
    I hope to give a contribution & aid other users like its helped me.

    Good job.

  3. Februari 27, 2013 pukul 5:26 am

    Iā€™m not that much of a internet reader to be honest but your blogs really nice, keep it up!
    I’ll go ahead and bookmark your website to come back later on. Many thanks

  4. April 7, 2013 pukul 5:38 am

    An impressive share! I have just forwarded this onto a co-worker who was conducting a little homework on this.

    And he actually ordered me lunch simply because I found it for him.
    .. lol. So let me reword this…. Thanks for the meal!
    ! But yeah, thanks for spending some time to talk about this issue here on your web site.

  5. April 10, 2013 pukul 10:40 am

    The signals connect with concentrated nerve regions, which in turn spread the signal to the entire abdominal
    location.

  6. Juli 12, 2013 pukul 3:43 pm

    My brother suggested I might like this web site. He was entirely right.
    This post actually made my day. You can not imagine just how much time I had spent
    for this information! Thanks!

  7. Juli 31, 2013 pukul 8:18 pm

    You could certainly see your skills within the work you write.
    The world hopes for more passionate writers like you who are not afraid to say
    how they believe. At all times go after your heart.

  8. Agustus 1, 2013 pukul 5:20 am

    If some one wishes expert view about running a blog after
    that i suggest him/her to pay a visit this webpage, Keep up the pleasant work.

  9. Agustus 1, 2013 pukul 10:28 am

    My brother suggested I may like this website.
    He was entirely right. This put up actually made my day.
    You can not believe simply how so much time I had spent for
    this info! Thank you!

  10. Agustus 1, 2013 pukul 2:26 pm

    I almost never leave a response, however i did some searching and
    wound up here Pengalaman Investasi di Deposito, Reksadana, dan Saham | catatan kecil.
    And I do have some questions for you if you usually do not mind.
    Could it be only me or does it look like a few of these remarks appear like they are written by brain dead individuals?šŸ˜› And, if you are posting at other online sites, I’d like to follow everything new you have to post. Would you make a list of the complete urls of all your communal pages like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

  11. Agustus 1, 2013 pukul 7:34 pm

    I am regular reader, how are you everybody? This paragraph posted at this web page is truly pleasant.

  12. Agustus 3, 2013 pukul 9:45 am

    I read this paragraph fully regarding the difference of
    hottest and previous technologies, it’s awesome article.

  1. No trackbacks yet.

Silakan tinggalkan pesan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: