Arsip

Archive for the ‘Jalan & Makan’ Category

makan di Pasar Mayestik

November 24, 2009 Tinggalkan Komentar

Cuaca yang agak mendung di siang hari tidak mengurungkan niat kami untuk makan di pasar mayestik. Sejak kecil saya sering keliling pasar mayestik di kebayoran baru. Di sini banyak tempat penjual kue tradisional. Saya menyukai kue pukis dan kue waffle. Jajan pasar di sini beraneka ragam, ada cendol, sate padang, bakmi dsb.

Kali ini saya coba makan nasi padang legendaris SEPAKAT. Letaknya di pasar mayestik lantai 2. Bila dari depan gerbang pasar, Anda harus masuk melewati pedagang kaki lima dan carilah tangga naik. Tangganya kecil cuma muat untuk 2 orang. Setelah naik tangga, lurus terus sampai menemukan toko kue basah/tradisional, lalu belok kiri. Kira-kira lima langkah, Anda sudah menemukan Nasi Padang Sepakat. Silakan pesan menu Ikan Bawal Bakar atau menu lain. Saya coba Ikan Bawal Bakar, wakh ternyata nikmat. Namanya juga di dalam pasar, jadi tempatnya agak sempit banyak orang lalu lalang. Nasi sayur, sambal balado, ikan bawal bakar dan teh tawar harganya 12.500.

Setelah makan nasi padang, mau cari kue waffle. Tempatnya dekat toko Esa Genangku, ada gerobak dari alumunium. Sudah dapat kue waffle, mau beli kue pukis, tempatnya dekat gerbang depan sebelah pos parkir. Kira-kira petanya seperti ini.

Pasar Mayestik

O Bus Kota nasibmu kini

Oktober 14, 2009 3 komentar

Membaca artikel tentang Bus Kota di kompas.com :

Rabu, 14 Oktober 2009 | 10:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM – Meskipun Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menggelar razia dan mengandangkan bus kota tidak laik jalan, di jalanan masih banyak kendaraan umum terutama bus besar dan bus sedang yang kondisinya memprihatinkan.

selengkapnya ada di kompas.com

Memang sedih bagi penumpang bus di Jakarta. Sejak saya kuliah (1992), bus kota (metromini, mikrolet, bus ppd, mayasari, kopaja, dan sejenisnya) makin lama makin tidak terawat. Sudah tidak terawat, malah beberapa rute yang hilang. Seperti rute B2 Grogol – Senen yang menggunakan BBG. Bus yang katanya diimpor dari Hongaria, saya tumpangi kira-kira di tahun 1998, dari Slipi ke Salemba. Busnya nyaman, ber AC dan jok duduknya ergonomis. Selain itu, saya dulu sering sekali naik bus tingkat dari Blok M ke Harmoni dengan nomor 70. Naek di lantai atas, duduk di pojok depan. Serasa jadi sopir bus tapi ga megang setir hehehe …

Naik BusWay pun juga engga nyaman. Tempat duduknya sedikit. Waktu kedatangannya pun engga bisa diprediksi.

Jujur saja, saya lebih suka naik bus daripada kendaraan pribadi. Namun kalo sudah bayar mahal, tidak nyaman, tidak duduk, dan tidak lancar … ya susah juga … mendingan engga kemana-mana kalau engga perlu.

bus_tingkat_70

Heloo bus mayasari 107 blok m – kampung melayu, 300 blok m – pulogadung, Bianglala senen – ciledug, pada kemana yaa .. oo ternyata sudah punah. Semakin banyak penduduk jakarta yang mempunyai motor dan mobil, semakin enggan naik bus. Padahal dulu naik bus bisa ngirit, sekarang arghh malah jadi sakit : asap rokok, macet di jalan, ngetem dengan waktu lama, jadi sarden deh.

Namun bila pembaca ingin tahu rute bus di jakarta saat ini silakan klik di sini

Categories: Jalan & Makan Tag:,

Makan Enak di Sekitar Kebayoran Lama

Oktober 13, 2009 3 komentar

Beberapa tempat makan di daerah Kebayoran Lama yang patut dicoba adalah:

  • Ketupat Sayur H. Mahmud
  • Nasi Uduk SariWangi
  • Coto Makasar Daeng Tata
  • Sate Kambing Suaib
  • Pempek Palembang Gang Kangkung
  • Mie Ayam Permata Hijau – Simprug
  • Warung Sea Food Tarjo
  • Sop Buntut Samino
  • Bubur Ayam Bang Tatang
  • Nasi Uduk Syukur Nikmat

Warung Makan Ketupat Sayur H. Mahmud

Tempat makan ini berupa kedai warung yang tutup setiap hari Senin dan selama bulan Ramadhan. Ketupat Sayur dengan lauk ikan bandeng adalah favorit para pengunjung. Selain ikan bandeng, ada empal, ayam goreng, peyek udang sebagai pelengkap ketupat sayur. Kadang kala ada menu nasi uduk pula. Kisaran harga antara 15-25ribu per porsi (ketupat sayur + bandeng + es teh manis). O ya bila jam makan siang, tempat ini selalu penuh, jadi bisa jadi anda tidak kebagian bangku. Parkir mobil dan motor di pinggir jalan.

Alamat : Jl. Kebayoran Lama – Rawabelong (sebrang gang Asofa)

Nasi Uduk Sariwangi

Menikmati nasi uduk memang enaknya di pagi hari. Namun silakan coba nasi uduk Sariwangi, nasi uduk ditambah ayam bakar dan sambal kacangnya dapat dinikmati sepanjang hari. Porsinya memang tidak banyak, namun cukuplah untuk makan sebelum kenyang. Tempatnya nyaman karena parkir mobil dan motor cukup luas. Di sekitar warung ini ada apotik dharma, nha kira-kira beberapa langkah di sebelahnya adalah pool bus Safari Dharma. Wajarlah bagi penumpang yang baru datang dan kelaparan bisa mampir di warung nasi uduk ini.

Alamat : Jl. Kebayoran Lama – Kebon Nanas (seberang gang Muhajar, apotik Dharma).

Coto Makasar Daeng Tata

Mencoba selera nusantara dari Indonesia Timur, silakan mencicipi Coto Makasar. Wuiihh bumbunya mantap. O yaa ada banyak menu di sini, ada Iga bakar pula yang merupakan menu paling laris. Kemudian ada es kacang merah dan masih banyak lagi menu khas sulawesi di sini. Dulu untuk parkir di warung ini agak susah karena musti di pinggir jalan. Sekarang sudah ada tempat parkiran agak ke dalam sehingga tidak mengganggu lalu lintas.

Alamat : Jl. Letjen Soepono – Permata Hijau

Sate Kambing H. Suaib

Ini dia sate kambing yang lain daripada yang lain. Sate Kambing H. Suaib tempatnya berada di sebuah rumah, agak susah untuk parkir di tempat ini. Sate kambingnya benar-benar beda dengan bumbu kecap cap Benteng, satenya cukup besar dan empuk. O ya selain sate kambing ada pula variannya seperti sop kambing dan sate ayam.

Alamat : Jl. Kemandoran 1 (perhatikan peta)

Gerobak Pempek Palembang Gang Kangkung

Pempek adalah jajanan favorit saya di masa lalu ketika sore-sore bila pulang dari kantor. Bukanya cuma sore sampai malam, kira-kira jam 5 sudah siap melayani penikmat pempek. Ada pempek kapal selam dan lenjer. Kuahnya sungguh muantaappp abissss.

Alamat : Jl. Kebayoran Lama – Gang Kangkung

Mie Ayam Permata Hijau – Simprug

Ga tau ya .. kadang-kadang ingin coba aja ketika banyak kendaraan parkir di pinggir jalan. Nah kali ini adalah Mie Ayam Pangsit. Murah meriah cuma 8000 sudah dapat mie ayam plus pangsit goreng yang kriuk-kriuk. Jualan dengan gerobak hanya ada hari kerja aja Senin sampai Jumat di pinggir jalan kereta Tanah Abang Serpong.

Warung Sea Food Tarjo

Warung ini juga ramai kalau siang dan malam hari. Spesialisasi makanan laut seperti ikan bakar dan kawan-kawannya. Silakan coba di jalan tentara pelajar.

Sop Buntut Samino

Porsi sop buntut ini lumayan banyak. Dijamin abis makan langsung malas beranjak dari tempat duduk. Enak bener.

Bubur Ayam Bang Tatang

Gerobak bubur ayam Bang Tatang cuma buka dari jam 6 sampai malam. Antrinya bukan main. O yaa kalau mau di bawa pulang, anda harus bawa rantang/tempat makan sendiri. Ayam dan bubur, kayaknya lebih banyak ayamnya … jadi bikin kenyang daging ayam … ajib dakh

Kedai Nasi Uduk Syukur Nikmat

Nasi uduk memang engga ada matinya di Jakarta ini.  Satu lagi kedai nasi uduk yang pantas dicoba adalah Nasi Uduk Syukur Nikmat. Bertempat di Jl. Kebayoran lama (antara seberang Gang Kebun Nanas dan Gang Limo). Coba rasakan gurihnya nasi uduk dengan ayam goreng atau empal goreng, dijamin akan nambah lagi.

kuliner di sekitar kebayoran lama

Kacang Rebus

Oktober 9, 2009 Tinggalkan Komentar

Siang hari, ketika sedang istirahat makan siang di rumah orang tua, terdengar suara khas penjual kacang rebus. “kacang rebusssss … kaacaaanggg rebuss… Penjual kacang rebus ini  selalu setia melewati rumah ortu sejak gw masih remaja (sma). Yang menjadi renungan bagi gw adalah ternyata si abang penjual kacang rebus itu begitu setia kepada profesinya.

Kacang-Rebus

Jujur saja gw belum pernah membeli kacang rebusnya. Kemana ia akan menjual kacang rebus nya pun gw ga tahu. Mungkin menjelang sore hari, si abang bakal mangkal di keramaian pasar kebayoran lama. Ga tau juga apakah profesinya hanya jualan kacang rebus?

Dibandingkan dengan profesi gw yang setiap waktu bisa-bisa terlempar dari persaingan lapangan kerja apabila tidak mengikuti teknologi. Profesi di dunia digital yang harus selalu inovatif, kreatif, learning by doing or whatever lha. Nha profesi penjual kacang rebus rasa-rasanya sudah lebih dari sedasawarsa dijalani si abang itu. Produknya pun ya itu-itu aja. Marketnya pun mungkin itu-itu juga? Hebatnya si abang ini tetap survive menjalani profesi itu. Untunglah belum ada franchise kacang rebus atau produknya dipatenkan. Kalau hal itu terjadi, maka “Who moved my cheese” apabila si abang pernah membaca buku tsb.

Kalau direnungkan lagi, apakah si abang kacang rebus terpaksa setia pada profesinya? Tapi kok engga berkembang? Dari dulu ia selalu memikul dagangannya. Tapi saya engga tahu, mungkin dia sudah menjadi juragan kacang rebus. Meskipun sudah jadi juragan mungkin tetap menerapkan “Management By Walking”, tetap ingin dari bawah, keliling ke pelanggannya. Seperti ilmu padi, semakin tua semakin merunduk. Hmm ikhlas menjalani profesinya.

Makan Enak di Sekitar Kebayoran Baru, Jakarta

Oktober 6, 2009 Tinggalkan Komentar

Ayam Goreng Berkah

Beberapa bulan yang lalu, saya dan istri makan malam di sekitar Blok M. Tepatnya di Ayam Goreng Berkah di Jalan Panglima Polim 3 Kebayoran Baru.  Letaknya dekat dengan GKJ (Gereja Kristen Jawa) dan RS Bersalin Asih. Ayam Goreng ini buka sore sampai malam hari. O ya, ayamnya merupakan ayam kampung. Kalau mau pesan biasanya porsinya 1 ekor. Jadi bukan potongan ayam seperti paha atau dada. Kita boleh pesen 1/2 ekor saja dengan ditambahi lalapan. Satu ekor ayam goreng harganya sekitar 30 ribu rupiah. Saya lupa-lupa ingat harganya. Selain di goreng ada juga ayam bakar yang berbumbu kecap. Bila tidak sempat makan di tempat, bisa dibungkus untuk oleh-oleh keluarga. O yaa kalau makan di tempat, siap-siap uang receh untuk pengamen yaa ..

Ayam Bakar Ganthari

Ada satu lagi ayam bakar yang patut dicoba, yakni Ayam Bakar Ganthari. Tempatnya ada di antara Blok M Plaza dan SMA 6 Bulungan yaitu Jalan Mahakam. Kita bisa memesan paha atau dada ayam bakar dan biasanya sudah dilengkapi lalapan. Harganya engga sampai 15 ribu untuk ayam bakar, lalapan, dan teh tawar.

Sate Ayam seberang RSPP

Nah satu lagi makanan favorit saya adalah Sate Ayam di seberang pintu masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jalan Kyai Maja. Daging satenya lumayan besar, empuk dan enak banget dekh. O yaa tempat ini ramai dari pagi sampai malam. Harga 10 tusuk sate ayam sekitar 15ribu. Makan bersama lontong sudah cukup membuat perut kenyang. O yaa selain sate ayam, ada juga sate kambing. Namun biasanya cepat habis bila menjelang siang.

Daripada nyasar di mana tempat makan yang sudah saya coba di atas, maka saya berikan peta daerah kebayoran baru berikut ini.

Makan Ayam Goreng / Bakar, dan Sate Ayam

Makan Ayam Goreng / Bakar, dan Sate Ayam

Lalu Lintas Ideal Jakarta

September 24, 2009 4 komentar

Tiga hari setelah lebaran, tanggal 24 september 2009 sudah mulai masuk kantor lagi. Inilah kota ideal bagi warga Jakarta. Lalu lintas tidak terlalu macet. Meskipun sudah mulai ramai, namun tidak ada halangan yang berarti untuk segera sampai ke tempat tujuan.

Okay, kali ini aku berangkat dari rumah sekitar pukul 7 di perbatasan Jakarta Timur dan Jawa Barat. Menyusuri jalur selatan untuk kemudian ke utara arah barat, akhirnya sampai di kantor istri sekitar pukul 7.30. Sampai di kantor dan parkir 15 menit kemudian. Masuk ke mesin absensi tepat pukul 08.00. What a good day!

Ada rencana untuk menutup kartu di Plaza BII. Karena ada seorang teman yang akan ke pusat Jakarta, akhirnya aku urung naik Busway. Berangkat pukul 09.30 dan 15 menit kemudian sudah sampai di belakang Sarinah. Masuk ke gedung dan langsung tanya resepsionis tempat card centre. Ngga perlu antri, langsung ketemu customer service bernama Henny dan mengisi form pengaduan dengan keterangan tutup kartu. Kira-kira 15 menit prosesnya.

Selanjutnya kembali ke kantor dengan angkutan bus kota. Hmm sudah lama tidak naik bus. Di depan Sarinah memang ada halte busway, namun aku tidak naik busway melainkan naik Kopaja P-19 ke arah Blok M. Cukup bayar 2000 sudah sampai Blok M. Sedangkan kalo naek busway bayarnya 3500. Sudah murah dapat duduk pula. Oo yaa akhirnya aku merasakan lagi bau polusi solar dan rokok di bus kota … whahahhah..

Sudirman 24 September 2009

Semanggi

Sampai di Blok M sekitar pukul 10.30. Menunggu S608 lagi ke arah tanah abang. Wah sudah lama aku engga lari-lari di terminal Blok M ini, mengejar bus kota ketika masih pergi ke kampus. Menunggu di ujung terminal, bukan di dalam, sesekali memang engga pakai aturan. Soalnya sudah lupa jalur bus-nya ada di mana. Akhirnya 20 menit kemudian muncul juga si 608. Untungnya cuaca tidak sepanas seminggu sebelumnya. Sampai di kantor pukul 11.30.

Benar-benar keliling kota Jakarta yang menyenangkan. Rute Pejompongan – Sunda Kelapa – Sarinah – Thamrin – Semanggi – Sudirman – Blok M – Melawai – Mayestik – Gandaria – Kebayoran Lama – Permata Hijau cuma 1 jam 30 menit dengan bus kota!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.