Sewa Apartemen di Jakarta dekat Senayan, 5jutaan per bulan

September 22, 2014 Komentar dimatikan

Apartemen GP Plaza di pusat kota Jakarta. Dekat Senayan dan Sudirman.

Sewa Apartemen dengan tarif/harga murah Rp5.500.000,- per bulan (tidak termasuk listrik dan service charge).

* 1 menit berjalan kaki ke halte Trans Jakarta Slipi Petamburan
* 5 menit berjalan kaki ke stasiun Palmerah
* Dekat ke Sudirman, Kuningan, Kebon Jeruk, Grogol, Senayan
* SEMI Furnish : AC, Water Heater, TV, SpringBed, Kitchen Set

Ruangan

Ruangan lega dan simple, sehingga Anda leluasa di kamar

apartemen di sewa kan dekat senayan sudirman kuningan

Akses Tamu

Tamu boleh menggunakan kolam renang dan alat olahraga (fitnes) dengan pemandangan langit.

Lingkungan Tinggal

Apartemen ini sangat strategis.
Hanya 1 menit berjalan kaki ke halte Transjakarta – Slipi Petamburan.
Dekat dengan Senayan, Semanggi, Sudirman, Central Park, Taman Anggrek, Palmerah, Tanah Abang.

Swimming Pool dengan pemandangan langit

Swimming Pool dengan pemandangan langit

Jalan-jalan

Keliling Jakarta hanya Rp3.500 dengan Trans (website hidden) Bogor dan Serpong melalui stasiun Palmerah.
30 menit ke Bandara Soekarno-Hatta dengan Taxi kecepatan 60km/jam
Ke Taman Mini Indonesia Indah dengan TransJakarta sekitar 45 menit perjalanan.

Hal Lain Yang Perlu Diperhatikan

Di ruangan terdapat AC, TV, tempat tidur yang nyaman, lemari dan tersedia air hangat untuk mandi.

TIDAK Ada :
* TV Kabel
* Kulkas
* Kompor
* Dispenser

silakan klik link berikut

https://www.airbnb.com/rooms/1862022

Kategori:Keuangan

Hari ke Empat – jalan-jalan ke hongkong dan macau, kesasar di Border Gate

Januari 2, 2014 Komentar dimatikan

Kami check out pagi-pagi dan menitipkan tas. Kemudian naik bus dari seberang hotel dengan nomor 10 lagi. Setelah muter-muter akhirnya sampai di suatu terminal dan banyak orang turun. Kami pun ikut turun. Ternyata itu bukan terminal ferry, tetapi kami berada di border gate alias gerbang perbatasan Makao dengan Cina. Untungnya disitu ada bus-bus hotel yang menuju Venetian. Venetian merupakan mall, hotel, dan kasino di taipa, Makao. Naik bus ini gratis.

Sampai di parkiran, kami mencari pintu masuk menuju mall. Pintunya tertutup. Ada di pojok selasar. Nah ketika masuk, jalan terus aja ke arah mall. Bisa naik ke lantai 2 dan 3. Pada lantai 3 ada food court, nah bila berjalan keliling maka kita akan menjumpai kanal yang ada gondolanya. Bila ingin naik gondola musti bayar dan pesan dulu di terminal gondola. Setelah keliling mall, kami balik menuju parkiran bus. Kali ini kami naik yang ke arah terminal ferry. Dari terminal ferry kami mencari bus yang menuju hotel Grand Lisboa. Ternyata busnya berada di jalur lain dari bus Venetian. Bus Grand Lisboa tidak sebesar Venetian, cuma muat sekitar 10 orang. Akhirnya kami masuk ke bus, dan meluncurlah kami ke Grand Lisboa. Bus sampai di basement hotel. lalu kami naik ke lantai dasar dan menemukan banyak orang yang main jackpot. Kami cari pintu keluar yang bertuliskan SAIDA. Setelah keluar kami menyusuri jalan menuju Senado Square untuk duduk-duduk lagi dan makan siang di McD.

Kami kembali ke hotel Best Western Sun Sun sekitar pukul 14.00 lalu ambil tas dan kembali menuju Hong Kong. Kami naik bus lagi dari seberang hotel. Ketika sampai di terminal Border Gate, para penumpang turun semua, kecuali kami berdua. Tiba-tiba sopir bus teriak-teriak dengan bahasa lokalnya. Kami tidak mengerti, lalu kami tanya Terminal Maritimo, dia bicara sesuatu dan menunjukkan arah ke luar. Oo tandanya kami harus turun, dan naik lagi bus no.10 yang sedang ngetem hehehe.

Akhirnya kami bayar lagi deh dan naik ke arah Terminal Maritimo untuk balik lagi ke Hong Kong.

Persiapan jalan jalan ke hong kong dan macau

Hari Ketiga Jalan-jalan ke Macao

Januari 2, 2014 Komentar dimatikan

Akhirnya kami melepaskan diri dari hotel yang sempit dan makan pagi alakadarnya. Pengelola hotel Printemp sangat ramah dan meminta saran dari kami apa yang perlu diperbaiki. Saya bilang kalo bisa makan paginya jangan sandwich, kalau ada nasi lebih baik hehehe.. Kami check out pukul 10 dan naik tram lagi menuju terminal ferry di Sheu Wan. Sekitar 30 menit kami baru sampai di halte dekat Sheu Wan. Kami menuju lorong tempat penyeberangan menuju mall Sun Tek. Ketika sampai di mall, ada tanda jelas tempat menuju ferry. Kami naik ke lantai 3 dan mencari loket ferry turbo jet. Ternyata ketika naik escalator, kami disuruh ke sebelah kanan, di situ ada loket. Wah kami sampai jam 11. Tapi ferry baru berangkat jam 12.30.

Okay kami segera menuju gerbang keberangkatan. Jalan menuju ke tempat ferry lumayan juga sambil menggeret tas koper. Sebelum masuk ke imigrasi, kami mengisi kartu keberangkatan. Lalu antri di imigrasi. Setelah itu turun escalator menuju ruang tunggu. Wah sudah banyak orang yang antri. Perhatikan jam dan gerbang keberangkatan ferry. 30 menit menjelang berangkat, orang antri untuk penempelan tempat duduk di tiket. Setelah ditempeli nomor tempat duduk tunggu lagi sekitar 15 menit, baru deh gerbang dibuka untuk naik ferry. Cukup merepotkan juga kalo bawa koper.

Sampai di ferry kami duduk sesuai nomor yang diberikan. Cuaca cerah membuat perjalanan ferry tepat waktu. Kira-kira 1 jam perjalanan kami sudah tiba di terminal ferry maritimo makao. Di terminal Makao, kami cari peta Makao dan melihat-lihat sekitar. Sempat pula ditawari pemandu lokal freelance yang ternyata tenaga kerja filipina. Tapi kami bilang budget kami terbatas. Lalu saya tanya saja rute bus ke hotel Best Western Sun-sun. Dengan senang hati ia memberi petunjuk. Lalu kami ke luar terminal, dan antri di halte. Di situ ada taxi, bus gratis hotel-hotel kasino, dan bus reguler. Bus reguler tidak ngetem di terminal. Mereka hanya berhenti bila ada penumpang yang memberhentikan. Setelah melihat peta Makao dan yakin bus yang akan kami naiki bernomor 10, maka kami menyetopnya. Sepanjang perjalanan kami memperhatikan tempat pemberhentian, dan pemberhentian selanjutnya supaya tidak kesasar. Kami akan turun di Ponte Horta. Pukul 14 di Makao jalan raya agak macet. Akhirnya sekitar pukul 15 kami tiba di halte Ponte Horta, dan benar sekali Google Street menunjukkan tempat hotel kami berada.

Hotel Best Western Sun-sun tepat berada di beberapa meter dari halte Ponte Horta. Di depannya ada playground. Kami disambut dengan ramah oleh petugas hotel dengan bahasa Inggris yang lancar, sepertinya mereka dari Filipina. Hotel di Makao lebih nyaman daripada di Hong Kong. Harganya pun lebih murah. Setelah beristirahat dan membasuh badan, kami berencana ke Senado Square. Meskipun bawa peta hasil print-out dari Google Map, tapi karena di Makao banyak gang, susah juga akhirnya ke sasar ke gereja St. Laurent. Puter-puter akhirnya kami menemukan jalan besar dan menyusuri jalan tersebut. Setelah kesasar selama hampir 1 jam kami menemukan Senado Square. Lumayan duduk-duduk sebentar. Lalu kami ke gereja Santo Dominicus masuk dan berdoa. Lanjut lagi berjalan mendaki, di kiri-kanan jalan banyak sekali pertokoan dan akhirnya kami menemukan reruntuhan bangunan gereja St. Paul. Suasana menjelang sore menuju malam sangat romantis.

Hari sudah malam, kami makan dulu di sekitar senado square. Repot juga kalo tak bisa bahasa mandarin. Setelah makan kami pelan-pelan menyusuri lagi jalan menuju hotel. Kali ini gelap dan susah kalo ke sasar tambah repot. Berbekal peta Google. Kami pelan-pelan berhenti dan mengamati ketika menemukan persimpangan jalan. Ternyata jarak dari hotel ke Senado Square sungguh dekat, tidak sampai 1 kilo bila jalannya benar. Sampai juga akhirnya di hotel, sungguh nyenyak bisa tidur malam ini.

Persiapan jalan jalan ke hong kong dan macau

Hari Kedua Jalan-jalan ke HongKong – Naik Cable Car dan Big Budha

Januari 2, 2014 Komentar dimatikan

Kami sarapan dengan roti sandwich berisi keju dan tomat disertai secangkir teh pada pagi hari di hotel. Pukul 8 kami berangkat menuju MTR Hong Kong Central menggunakan Tram. Murah jauh dekat hanya HKD2.3. Perjalanan dengan Tram agak lama dibandingkan MTR. Namun kami sudah menyaksikan Hong Kong di pagi hari. Sampai di stasiun MTR Hong Kong Central, kami lanjutkan ke MTR yang menuju Tung Chung. Lama perjalanan sekitar 30 menit. Setelah sampai di Tung Chung kami keluar mall dan melihat-lihat taman sekitar sebelum akhirnya masuk ke stasiun Cable Car yang menuju pulau Lantau. Antrian pagi pukul 10 sekitar 5 meter. Kami beli tiket dan naik kabin standar yang memuat 6 orang. Ada turis lain yang satu kabin dengan kami. Sepanjang perjalanan angin sepoi-sepoi. Terlihat bandara Hong Kong dari jauh, meski agak berkabut. Kemudian mulai terlihat patung Budha yang besar. Sampai di pulau sekitar 30 menit.

Di pulau ini dibangun taman yang luas sekali. Memang untuk wisatawan. Patung Budhha besar berada di bukit dan harus menapaki tangga menuju patung tersebut. Tak terasa sudah pukul 13 kami cukup lapar dan di kedai terdekat. Pukul 14 kami kembali ke stasiun MTR dan melanjutkan ke The Peak. Dari stasiun HK central kami keluar dan menuju jalan yang mengarah ke stasiun tram The Peak. Ketika menyusuri jalan, kami mampir sejenak ke gereja katedral di Hong Kong untuk berdoa.

Terminal Tram menuju The Peak ada di tengah jalan. Wah antrian mau naik tram-nya cukup panjang. Namun tram ini bisa mengangkut sekitar 100 orang sekali jalan. Kami beli sekali jalan dengan tiket seharga HKD28. Pulangnya naik bus no.1 HKD 9.3. Naik tram menuju The Peak cukup 15 menit. Sampai The Peak, angin cukup kencang dan dingin. Keluar dari tram, ada mall nah kami keluar lagi dari mall tersebut dan keluar mengelilingi sekitar. Ternyata ada mall yang lebih nyaman, kami bisa naik ke atas mall dan melihat puncak Hong Kong. Kalau dari Sky Terrace bayar lagi.

Menjelang malam, lampu-lampu gedung mulai menyala, pemandangan kota Hong Kong dari The Peak sungguh romantis. Setelah puas, kami turun menuju basement, tempat bus tingkat ngetem. Antrian untuk naik bus sudah panjang. Akhirnya kami dapat tempat duduk di belakang. Karena hari sudah malam kami tidak bisa melihat pemandangan sepanjang jalan. Kami akan turun ketika menemukan jalur tram lagi. Akhirnya ketika menemukan jalur tram, kami bersiap-siap turun. Menyusuri beberapa meter, kami menyebrang ke halte tram terdekat. Kami menuju North Poin untuk mengakhiri petualangan hari ini.

Persiapan jalan jalan ke hong kong dan macau

Hari Pertama Jalan Jalan ke Hong Kong – Transit Changi menuju North Point

Desember 12, 2013 1 komentar

Pesawat SQ kami akan berangkat pukul 9.20 WIB dari Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sekitar pukul 8 kami sudah tiba di Terminal 2D keberangkatan luar negeri. Sesudah check-in dan membayar pajak bandara (Rp150 ribu per orang) kami mendapat 2 boarding pass. Satu untuk boarding pass di Soekarno-Hatta, yang kedua boarding pass di Changi. Lalu ke bagian imigrasi untuk di stempel. Sebelum masuk ke gerbang (Gate) pesawat, diperiksa lagi dengan sinar-x. Botol minuman aqua gelas tidak boleh dibawa masuk ke pesawat padahal hanya sekitar 250ml.
Akhirnya masuk pesawat boeing 737-200, di kelas ekonomi SQ. Tempat duduknya dilengkapi dengan layar monitor 10inch untuk hiburan sepanjang perjalanan. Di perjalanan kami mendapatkan Brunch (makan pagi menjelang siang) berupa pilihan rice with chicken atau beef with potato. Setelah makan kami dapat es krim dan pilihan minum : lemon juice, teh, kopi, atau wine.
Tak terasa perjalanan sekitar 1 jam 30 menit telah tiba di Changi. Ketika transit di Changi kami tiba di terminal 1 kemudian kami melanjutkan dengan pesawat SQ lain di gate yang berbeda. Kami lihat di led TV untuk informasi keberangkatan pesawat kami SQ 966 ada di terminal dan gate berapa. Setelah mendapat informasi ada di gate B6, kami bergerak ke sana, dan diperiksa sinar-x lagi. Sebelumnya kami tanyakan ke petugas apakah ini pesawat yang ke Hong Kong? untuk yakin bahwa kami tidak salah naik pesawat.

Berada di pesawat yang menuju Hong Kong, lagi-lagi dapat makan siang. Selama sekitar 3 jam kami berada di udara dan menonton film di depan tempat duduk kami. Tiba di Hong Kong pukul 17.30 waktu Hong Kong, berarti di Jakarta pukul 16.30. Antri imigrasi sekitar 15 menit di jalur Visitor/Foreigner. Lepas dari imigrasi kami kunjungi Hong Kong Tourism Board, ambil brosur ambil peta.

Lalu kami menuju Train to City untuk naik Airport Express ke Hong Kong Central. Kami beli tiket Airport Express Single Journey (sekali jalan) untuk 2 orang seharga HKD160. Kami juga membeli octopus card untuk bisa naik mtr, bus, tram, dan ferry seharga HKD150. Dengan Airport Express kami tiba di stasiun Hong Kong Central dalam waktu 30 menit.
ImageImageImageImage
Tiba di Hong Kong Central MTR, menyaksikan orang menyemut di mana-mana. Wah ini stasiun transit yang ramai. Kami lanjut ke tujuan North Point. Untuk masuk ke MTR, ada palang seperti busway di jakarta, tempelkan kartu octopus lalu dorong palangnya. Saldo kartu octopus akan berkurang ketika keluar di palang stasiun tempat tujuan. Ke luar dari MTR kami cari tahu dulu di mana pintu keluar yang menuju hotel Printemp. Karena hari mulai gelap, kami berjalan pelan sambil mengamati jalan supaya tidak tersesat terlalu jauh. Akhirnya kami menemukan tanda belokan rel tram. Itu berarti lokasi hotel tidak jauh lagi. Kira-kira pukul 20 barulah kami menemukan hotel Printemp. Disambut dengan baik oleh staf hotel yang sudah agak tua, dan bahasa Inggris yang cukup kami mengerti sampailah kami di kamar hotel yang mentok sana-sini. Karena lapar kami turun dan menemukan McD untuk membeli BigMac. Ternyata di North Point ini adalah pasar, dan banyak TKI yang berbelanja di sini karena kami menemukan toko yang menjual produk Indonesia, seperti Indomie!

Persiapan jalan jalan ke Hong Kong dan Macao

Persiapan Jalan-jalan ke Hong Kong dan Macau 5 Hari 4 Malam

Desember 12, 2013 4 komentar

Jauh-jauh hari sebelum ke Hong Kong, kami memesan tiket promo Singapore Airlines. Lumayan tiket ke Hong Kong via Changi seharga sekitar Rp7,8 juta untuk 2 orang pulang pergi. Kemudian pesan hotel melalui Agoda untuk menginap 2 malam di Printemp Hotel, North Poin, Hong Kong lalu 1 malam di Best Western Sun Sun, Macau, dan 1 malam terakhir di Best Western Harbour View, Hong Kong.

Tarif semalam untuk hotel Printemp seharga Rp1 juta (USD90). Kamar hotel di Hong Kong berukuran mini sekitar 3×3,5m. Bila ingin yang lebih luas tentu harganya lebih mahal. Kamar di Best Western Harbour View bertarif Rp1,3 juta (USD130). Yang lebih manusiawi ada di Macau seharga Rp800 ribu (USD80) ukuran kamarnya lebih luas.

O ya kami ke Hong Kong dan Macau pada tanggal 15-19 Oktober 2013. Bulan yang cocok ke Hong Kong adalah akhir oktober sampai desember. Pertimbangannya karena pada bulan tersebut cuacanya bersahabat. Bulan agustus sampai awal oktober banyak angin topan.

Di Hong Kong kami akan jalan-jalan ke Ngong Ping untuk melihat patung Budha raksasa, kemudian ke The Peak, nongkrong di Hong Kong Culture Park. Kami tidak ke tempat belanja karena memang tidak berniat belanja. Kemudian di Macau, kami menjelajahi Senado Square, reruntuhan Gereja Saint Paul, mal Venetian, hotel Grand Lisboa.

Untuk transportasi kami menggunakan transportasi umum seperti bus, tram, mtr, dan ferry. Untuk soal makan, di Hong Kong harga satu porsi makanan sekitar HKD40. Mahal tetapi porsinya besar, bisa cukup untuk 2 orang. Bila ingin berhemat bisa makan di McD, paket BigMac lengkap dengan french fries dan coca cola seharga HKD24. Di Macau harga makanan tidak jauh beda dengan Hong Kong.

Hari Pertama ke Hong Kong

A Review About Flight Simulator Software

Agustus 29, 2011 Komentar dimatikan

A flight school will have access to some of the best flight simulators. There are many flight simulation online that are available for download today. This software helps pilot trainees experience realistic flight without the dangers of piloting a real plane. They are more than just a flight simulators, they have 100’s of different types of aircraft, varying weather conditions, realistic scenery based on information from the US Defense Mapping Agency and even NASA updates.

The idea behind this flight simulator download was to create a simulation that was as close to real life flying as possible. Terrains, planetary alignments and aircraft reactions are just some of things that have been taken into consideration when designed this game. It includes options for night flying, flying in difficult weather, soaring through various environments, and consideration for both seasonal issues and different time zones.

Check out the combat flight simulator download from one of these downloadable simulators to experience the feel for flying a plane without all the risk. The realistic controls included ensure smooth and fluid animation with the plane’s instrumentation. The developers of this simulator even took in consideration real time lags, what pressure and body forces can do to an aircraft, and include periodic system failures. It is just as important to know what o do when something goes wrong because the lives of passengers may eventually be in your hands.

The flight school instructors understand the importance of using top notch flight simulation tools for training their students. Programs such as these are ideal for flight schools, flying hobbyists, and those who simply enjoy a great simulation program. Look for a flight simulator that takes real life problems and concerns, techniques, and potential failures into account. The more realistic the simulator the better prepared our future pilots will be.

If you looking for a good flight simulator please click Microsoft Flight Simulator X: Gold Edition

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.